Street Portrait #4 – Komposisi dalam Street Portrait

Saya enggan terlihat seolah menguasai teknik komposisi apalagi terdengar lagi ngibul. Namun tentunya komposisi memegang peranan sangat penting dalam membangun kehidupan dalam sebuah foto. Lebih-lebih, kita membicarakan tentang jenis fotografi yang bisa dibilang… apa tuh istilah kerennya ya, ah, layering haha.

Baca part 3 di sini

Sederhananya gimana ya, saya lebih bahagia ketika ada dua atau lebih point of interest. Selain daripada subjek utama yang sayang sekali seringnya saya taruh di tengah alih-alih pada persimpangan rule of third, mesti (tidak juga sih) ada “figuran” pendukung yang kalau bisa seperti sibuk masing-masing, namun “berpencar”. Baik dari prediksi arah geraknya, sampai tatapan matanya.

Keberadaan garis dalam frame, baik yang konkrit maupun imajiner, akan mengarahkan pandangan secara dramatis ke point of interest. Inilah kegembiraan memotret di tempat ramai, akan selalu ada figuran yang lalu-lalang. Selama itu memperkaya isi frame, bagus dong.

Porsi sosok pengisi frame tidak mutlak. Tidak selalu saya inginkan subjek nampak dari ujung rambut sampai dada, misalnya. Lebih diperhatikan adalah proporsi subjek dengan latar belakang serta garis pengiringnya. Tidak perlu 100% frame terisi dengan penuh, sisakan sekitar 20% untuk negatif space. Bisa langit, aspal, atau apa saja. Yang selalu saya tekankan adalah naluri yang dihasilkan dari proses berlatih terus menerus. Baca arah datangnya cahaya, distorsi latar belakang, porsi kepadatan dalam foto, serta gestur tubuh para tokoh.