Mengolah Foto Hitam-Putih

Dulu sih saat berlajar hitam-putih, saya membiasakan diri untuk langsung pakai “filter” hitam-putih di kameranya. Lantaran saya belum terlalu cakap untuk menerka, “kira-kira setelah jadi hitam-putih, bagian mana yang jadi hitam dan bagian mana yang jadi putih”. Katanya juga kalau pakai cara itu, kita bakal lebih fokus untuk mengatur komposisi saja.

Makin ke sini, rasanya “filter” hitam-putih bawaan kamera memang tidak bagus-bagus amat. Dan kalau sudah begitu, ya begitu saja, karena dulu saya memotret JPEG. Kalau dulu RAW + JPEG mungkin ceritanya lain, karena selagi JPEGnya sudah terlanjur hitam-putih, saya masih akan punya file RAW yang berwarna. Nah, ini nasihat juga, usahakanlah memotret dalam format RAW + JPEG. Kenapa tidak, memory card harganya sangat murah ‘kan.

Selepas itu, seiring waktu, saya sudah mulai dapat “feeling” untuk mengetahui bagaimana foto tersebut kalau nantinya hitam putih (saya memotret dalam keadaan warna). Saya lantas “ngoprek” aplikasi-aplikasi yang menyediakan preset hitam-putih. Beberapa aplikasi saya coba, hasilnya tidak ada yang benar-benar bikin sreg. Saat itulah saya sadar, siapa orang terbaik yang bisa saya mintai saran edit hitam-putih : Tatsuo Suzuki.

Saya minta dia untuk melihat foto-foto saya, terutama segi hitam-putihnya. Saya komen begini, “Dear Suzuki, saya beli kamera Fuji X100T karena anda, apakah anda bersedia melihat foto-foto saya?”. Dia pun bersedia, kemudian memberi sedikir penilaian. Dia tidak bilang itu buruk, padahal saya sendiri pun sudah tahu kalau itu buruk. Lalu dia beri saran, untuk saya pakai yang namanya “Silver Efek Pro”. Oke, saya download. Oh iya, Silver Efex Pro itu gratis, yang bikinnya Google, jadi tidak usah membajak, tinggal download si situsnya.

Saran bung Suzuki hanya segitu saja sih, dia tidak bilang preset yang mana (ada puluhan preset hitam-putih di Silver Efex). Bagus, terima kasih. Jadinya saya bisa ngulik sendiri dan mencari yang paling sesuai dengan saya, alih-alih jadi sama persis dengan foto dia. Setelah trial and error ratusan frame, akhirnya saya menemukan formula yang “saya banget”, sangat tidak mirip dengan hitam-putihnya Suzuki, tapi saya malah senang.

Asli, preset hitam-putih itu tidak bisa dikatakan mudah. Ada banyak sekali varian. Ya sama seperti karakter warna, pastinya karakter hitam-putih tiap fotografer jelas berbeda. Saya merekondasikan untuk melihat foto-foto Tatsuo, Alan Schaller, dan Argus Paul.

Sepertinya hitam-putih saya cukup lumayan, saya sudah bisa membuat tutorial sendiri (cek Channel saya), dan sekurangnya tiap pekan ada saja beberapa orang yang bertanya saya edit hitam putih pakai apa, tentu saja saya jawab dengan senang hati.