Benda Wajib untuk Street!

Setelah tiga tahun berlalu, aku membuat lagi serta menyempurnakan benda ini…

Ini adalah strap kamera Storyofthestreet. Dipakainya di pergelangan tangan ya, bukan di leher. Soalnya bagiku street fotografer itu harus cekatan dan fleksibel. Menggantung kamera di leher tidak begitu keren buatku, karena ketika tiba-tiba ada momen tak terduga yang enaknya diambil secara low atau high angle, tali kamera harus dilepaskan dulu dari leher karena kalau tidak ya mentok sampai dada saja posisi maksimal kameranya ‘kan… sedangkan kalau kameranya selalu di tangan, kita siap kapan saja memotret pada posisi sulit menerobos kerumunan. Di Jalanan, setiap faktor yang bisa membuat proses foto lebih efektif, sangat bernilai.

Ya bisa saja strap leher dipakai di tangan, cuma tidak keren saja, apalagi strap bawaan box kamera.. aaah.

Tapi ‘kan bang… berat kalau kameranya selalu digenggam…?

Ya siapa yang suruh bawa kamera dan lensa besar ke jalanan haha. Aku mendesain strap ini untuk Leica user, atau mirrorless biasa dengan lensa sewajarnya untuk street kok. Kalau pakai DSLR apalagi dipasangi tele ya berat hahaha.

Kalau mau lihat videonya, bisa cek di sini.

Dulu strap ini pernah diproduksi sih, dan tentunya sudah habis tak tersisa. Waktu itu aku pernah beli strap kulit semacam ini tapi polos, dan berpikir kayaknya akan makin keren kalau ditambah tulisan serta packing dibikin keren, pasti memiliki nilai jual lebih. Makanya kala itu langsung aku hubungi produsennya untuk kerja sama.

Pokoknya aku ingin ada ukiran teks “one meter from the stranger“, selain memang slogan, ya supaya pemiliknya ketika nyetrit terus baca tulisan itu, termotivasi untuk mendekat dan mendekat. 

Namun dahulu ada dua kesalahan. Pertama, ada versi hitam dan coklat. Yang hitam sih memang cepat sekali lakunya, sedangkan yang coklat penjualannya lesu. Padahal bahannya sama kok, kulit asli, tebalnya juga sama, semuanya identik kecuali warna. Belajar dari pengalaman, kali ini aku hanya mau bikin warna hitam.

dulu ada varian coklat, sekarang ditiadakan

Kesalahan kedua adalah… saat itu aku berbisnis bersama orang yang salah. Untuk lebih jelasnya baca saja kisah ini. Intinya bisnis kamera saya digelapkan, sedangkan strap ini hanya sampingan namun tetap pada akhirnya harus dibagi dua… jadi saya kurang puas.

Oleh sebab itu, kali ini aku terjun langsung. Vendor aku ganti total. Walau sebetulnya tidak harus juga sih, tapi ya salah vendornya sendiri kenapa respon chat ogah-ogahan. Mungkin sudah tak butuh uang atau apalah… Rekan bisnis pun aku ganti, menjadi bersama kawan hunting saya Randy. Dengan melihat bahwa rekan bisnis saya yang lama tuh walau sangat agamis bahkan sudah umroh tapi tetap doyan nilep duit, kali ini saya mencari yang jujur dan kooperatif… aku tak peduli apa ras dan agamanya, yang penting orangnya jujur dan bisa diajak kreatif bareng… haha.

secara umum desain dan material tetap sama, hanya saja pada kemasan ada detail-detail yang diperbarui supaya terlihat fresh.

Demikian, kami memulai lagi dari awal. Riset serta desain, dilanjut mencari vendor: cari pengrajin kulit, pengrajin kemasan, beberapa percetakan, hingga membuat video pakai model asal Korea. Kurang lebih satu bulan sejak ide dicetuskan, akhirnya produknya rampung juga.

Ini hanya dibuat seratus pcs, untuk menjaga ekslusifitas. Di dalam box ada beberapa stiker serta kartu garansi. Yups, kartu garansi. Karena paham betul dengan kualitasnya, aku berani memberikan garansi satu tahun. Tidak bakal putus atau retak atau apapun.

Begitulah ceritanya… kalau kalian mau punya, silakan beli di Tokopedia “kangchem pro“… kayaknya bebas ongkos kirim serta banyak diskon. Strap ini cocok sekali kalau dipasang pada kamera Leica, tapi kalau gak punya ya di Lumix atau apa pun juga boleh…

Keep shooting! and keep one meter from the stranger!