Gear Murah dan Menyenangkan

Aku beli lagi lensa ini. Kadang-kadang memang perlu juga penyegaran biar gak bosan…

Ini adalah lensa fisheye dari Samyang, yakni 7.5mm F/3.5. Sebelumnya aku pernah punya dan dibikin pula artikelnya, cek di sini. Dan lucunya lensa yang sekarang adalah unit yang sama persis dengan yang kujual tahun lalu. 

Tahun lalu aku pakai tapi cuma sekitar dua-tiga kali hunting saja, itu pun untuk portrait dan jalan-jalan di event wibu. Sebelum sempat aku nikmati lebih jauh, lensanya keburu laku. Agak nyesel sih, soalnya walau lensa ini murah tapi sangat sulit didapat. Kadang aku sempatkan mencari di Tokopedia, tidak ada. Kalau pun ada, warnanya silver ah gak enak dilihat (walau tidak ada pengaruhnya pada hasil foto). Namun akhirnya aku berhasil merayu orang yang waktu itu beli, untuk menjual lagi ke saya haha. Memang saya ini seperti Florentino Perez, dengan segala cara bisa ambil kembali pemain untuk pulang ke Real Madrid haha.

seperti ini bentuknya

Baiklah, lensanya sudah ada di tangan. Oh iya, ini untuk Micro Four Third ya, karena saya memang berencana untuk pasang di bodi Lumix atau Olympus. Kalau aku niat pakai di Fuji atau Sony sih, sudah dari lama aku bisa karena agak lebih banyak di Tokopedia. Namun lantaran niatnya pun hanya refreshing, jangan mahal-mahal amat lah… lensa dua juta, kalau bisa pakai bodi sejutaan aja… ya kalau ada. Tapi tentu saja ada, Lumix GF3 yang dua bulan lalu aku dapat secara BNIB old stock, saya minta lagi padahal sudah dijual ke murid haha. Sekali lagi, Papa Perez beraksi…

Di sinilah tantangannya baru dimulai. Aku cek lagi foto-foto lama hasil lensa ini, ya bagus-bagus aja. Tapi kala itu lensanya ditandemkan dengan bodi Olympus OM-D E-M5 II, itu adalah kamera yang berkali lipat lebih mumpuni daripada GF3. Selaku aku berencana untuk pakai lensa ini di jalanan, sekurangnya aku bakal kehilangan kenyamanan layar yang bisa dilipat… soalnya kalau pakai fisheye, kita selayaknya mencoba sudut-sudut aneh. Layar lipat akan sangat membantu. Tapi ya namanya juga tantangan, ya gas ajalah…

Lensa ini kecil sekali, dan memang seharusnya begitulah kalau untuk MFT. Lensa sejenis bikinan TTartisan dsb itu aslinya untuk APSC, hanya saja mountingnya diganti. Makanya meteran jarak fokusnya tidak akurat, kurang melengkung, dan yang terparah ya ukurannya gede banget. Walau demikian karena full metal, bobotnya terasa agak isi. Tak apa, ‘kan pakai bodi kecil, jadi enak-enak aja. 

Demikian seperti biasa aku bawa hunting ke Braga, berharap dapat motret situasi kerumunan yang asyik serta beberapa portrait. Ya walau ini lensa manual fokus tapi sejatinya kamu gak harus ngapa-ngapain, cukup set jarak fokusnya ke infiniti, selesai. Semuanya bakal fokus, gak harus apalah pakai focus peaking apalagi repot muter-muter ring fokus, semuanya serba instan. 

Untuk diketahui karena lensa ini sangat lebar, makanya kalau pakai flash, sebagian frame bakal gelap. Ini bukan karena flashnya ketutup lensa (kayak kasus kalau pakai lens hood di kamera Fuji X100). Penjelasan ilmiahnya, flash on camera itu hanya bisa mengenai area pada field of view maksimal 22mm, sedangkan lensa ini hanya 15mm. Jadinya ada area yang tidak kena tembak cahaya, seberapa gelap itu bergantung kondisi cahaya aslinya serta bagaimana ngeditnya. Karena by default foto dari kamera MFT tuh rasionya 4:3 ya kalau kamu crop jadi 3:2, sebagian area gelapnya bakal terbuang.

Sayangnya karena kamera ini hanya 12mp, tidak terlalu leluasa juga buat potong-potong haha. Lagian saya lebih suka 4:3 daripada 3:2. Seriusan. Namun kalau pakai flashnya siang / sore, tidak terlalu terlihat area hitamnya. Kalau malam, ya begitulah kadang berbentuk lensa si bayangannya. Dulu pas saya pakai E-M5 II gak gini-gini amat, sepertinya karena E-M5 II pakai flash eksternal dan posisinya tinggi. Dan yang saya bingung, kalau motret dalam orientasi tegak, tidak ada bayangan apapun haha… tentu saya tidak mau motret tegak pakai lensa begini, nanti sensasi fisheye jadi berkurang.

Soal hasil sih ya enak-enak saja sih. Sejak awal lensa ini punya kontras yang lebih tinggi daripada lensa MFT bawaan merek aslinya, namun soal kontras yang lebih mikro ya payah sebenarnya. Detail cukup, tajam oke. Namun tetap jangan berharap hasil yang terlalu serius atau bisa dibanggakan. Untuk jenis foto slow sync flash, wah kalau kamu puter kameranya bisa kacau itu efek garisnya haha… kombinasi sudut pandang yang sangat lebar + tidak ada IBIS di bodi kamera, hasil background bener-bener susah ditebak.

Sedangkan kalau motret kondisi siang, ya mudah diprediksi. Aman-aman aja. Hanya tetap harus hati-hati dalam menempatkan subjek. Mau sedekat apapun subjeknya tetap saja bakal terasa jauh haha…

Biasanya lensa ini dipakai motret skateboard, bukan untuk street karena bakal tricky. Karakter alami fisheye yang cembung di tengah tapi melintir di pinggir, bikin kita mau tak mau harus menaruh subjek di tengah. Masalanya pada situasi street, kita tidak bisa “menaruh subjek”, melainkan kita yang harus menyesuaikan, terutama pada adegan orang-orangnya bergerak ke sana ke mari. Untuk mendapatkan komposisi yang pas, kadang subjek mesti sekitar 50cm dari kamera… itu tidak realistis untuk situasi street karena mana ada orang bergerak sedekat itu ke arah kita alih-alih menghindar ‘kan.

Untunglah sejak awal, saya memang doyan menempatkan subjek di tengah frame jadinya semua ini terasa alami… (walau tetap saja gak enak)

Edit : aku test lensanya pakai bodi E-M10 dan flash Godox Junior Lux… sama saja ada area hitam namun lebih minimal serta tidak terlalu konkrit, pasti karena letak flash (ditambah hot shoe agak jauh dari lensa karena E-M10 ada penta prism bohongan) lebih tinggi, jadi area hitamnya cenderung seperti bayangan alih-alih blok hitam…

Saat portrait lensa ini enak banget sih. Tapi kalau buat street… em… gimana ya. Karena sangat lebar dan jauh, jika ingin subjek ada di tengah dengan sangat proper terambil ujung kepala sampai dada, itu orangnya harus setengah meter ada di depan saya haha. Sekali lagi, tentu saja itu tidak mungkin karena orangnya sudah kabur duluan… kecuali dalam situasi tertentu misalnya menerobos kerumunan. Yang mana memberikan lagi kesenangan, karena lebih banyak orang dalam frame…

Aku membayangkan bakal betapa enaknya kalau dipasangkan ke sensor yang lebih layak semisal di Lumix GX9. Ah tapi itu akan membebani keuangan, beli lagi bodi tujuh juta hanya demi motret fisheye, akan melenceng dari target awal untuk refreshing sesaat haha… posisi saya saat ini ‘kan pakai kamera yang lensanya tidak bisa dibuka.

infiniti fokus bikin gak pakai mikir lagi soal jarak subjek sih

Tapi seandainya dari awal kamu sudah punya mirrorless, lensa ini bisa jadi pilihan menarik, selain harganya murah juga bisa ngasih feeling baru pada foto. Untuk mirrorless APSC juga ada, namanya Samyang 8mm. Hm… 8mm x crop 1.55x = 12.4mm , itu lebih lebar lagi daripada 2x crop pada MFT yang menghasilkan 15mm haha. Mungkin lebih asyik, tapi aku tidak bisa mencobanya karena bakal mengharuskanku beli bodi Fuji atau Sony, aku lebih suka pakai MFT.

Aaaahhh… pokoknya menyenangkan lah. Coba deh sekali-kali.

X
Facebook
WhatsApp
Email
Pinterest
Telegram