Aku punya kamera ini lagi, kendati sekarang jauh berbeda kondisinya…
Saat tulisan ini dibuat, OM System PEN sedang dalam masa pre-order, diperkirakan akhir Oktober 2026 sudah dikirim ke tangan para pembeli, seandainya memang ada yang beli…
Sebab penantian panjang para penggemar menunggu sepuluh tahun lamanya terhadap PEN baru, berakhir anti klimaks. Mengecualikan E-P7 yang hanya beredar di Jepang serta E-PL series, maka PEN flagship terakhir adalah PEN F. Satu dekade menanti, yang muncul adalah batu bata full plastik. Tidak sedikit yang pasti membandingkan PEN dengan PEN F terutama dari segi desain, dan kami tidak bisa move on dari PEN F.

Mari realistis, siapa sih yang beli kamera MFT demi spek atau teknologi. Pasti hampir semua pilih yang desainnya bagus. Itulah mengapa PEN F selalu laris, bahkan sekarang digoreng. Jika kita cari spek dan teknologi dari kamera MFT, maka yang muncul adalah kamera gendut pro seperti GH7 atau OM-1. Jangan jauh-jauh deh, kamera yang teknologi dan speknya mirip PEN F adalah Lumix GX9, tapi karena desainnya kotak doang, maka tidak ada kegairahan serta nilai koleksi.
Bagusnya ya GX9 jadinya murah. Bandingkan dengan PEN F, untuk kondisi seadanya minimal sepuluh juta. Jika fullset kondisi mint, sudah mencapai empat belas juta! Untuk kali ini, kita harus bersyukur tinggal di Indonesia, sebab di luar negeri harganya minimal $1.200, silakan dirupiahkan.
Dahulu kala…
Saat pertama muncul, jika kita menghitung inflasi, harga baru PEN F adalah $1.600, bandingkan dengan PEN 2026 yang hanya $1.000. Terdengar mengerikan, tapi itu harga baru. Sekali lagi kita harus bersyukur tinggal di Indonesia. Jangankan pengguna, kadang pedagang saja menganggap remeh brand Olympus. Itulah sebabnya di pasaran bekas sebelum 2023, bisa dengan mudah dapat Pen F di harga 7.5 jutaan.
Bahkan dulu saya tidak mengeluarkan uang sepeser pun. Ceritanya, saya punya sahabat yang kelakuannya mirip-mirip, suka menimbun gear. Namanya Pak Yogi, dan bukan kebetulan, dia juga maniak MFT.
Saya kala itu punya lensa Leica 9mm, dan mungkin cuma saya yang punya, sebab baru diluncurkan. Pak Yogi yang secara spektakuler punya dua PEN F, ngajak saya tukar guling. Lensa buat dia, kamera buat saya. Walau kaget, tapi saya menyambut baik. Dengan menimang fakta bahwa itu lensa sudah saya iklankan hampir sebulan, ya walau tidak secara langsung jadi duit namun berubah wujud jadi benda yang lebih potensial, maka saya setuju.
Sejujurnya aku hanya pakai dua sampai tiga kali saja, itu pun ke event wibu. Kameranya memang keren, tapi aku merasa E-M5 II yang juga saya miliki saat itu, adalah kamera yang lebih baik. Bahkan sampai hari ini, pendapat itu masih berlaku.

Lantas aku pasang deh keduanya di marketplace. Mana saja yang duluan laku aku lepas, yang tersisa aku pakai. Tentu saja yang laku adalah PEN F. Berapa kujual? 7.5 juta saja!
Apaka terbesit ide bahwa beberapa tahun kemudian harga kameranya akan melonjak dua kali lipat? tentu tidak. Siapa sih yang mau goreng Olympus. Namun ternyata saya salah. Hahaha. Apakah aku menyesal menjualnya saat harganya normal? juga tidak. Tanpa hari itu, tidak akan ada masa depan. Sekalipun saya punya kemampuan meramal masa depan, jika hari itu saya gagal makan karena tak punya uang, maka tidak ada masa depan.

2026
Tidak ada review teknis di tulisan ini, sebab sudah pernah. Namun sebelum muncul pertanyaan bodoh khas Yutuber tukang goreng kamera jadul, jawabannya adalah iya.
Ya… iya. Pen F masih bagus kok untuk tahun 2026. Bahkan selama kameranya berfungsi dan batrenya tetap ada yang jual, nanti 2036 atau 2046 pun akan selalu bagus. Kecuali nanti misalnya 2046 kita hidup berdampingan alien, dan untuk memotret alien dibutuhkan teknologi phase detection jenis baru, nah barulah pensiunkan kameranya. Selama yang difoto masih sama saja, dunia tidak makin gelap, orang tidak makin cepat, ya… apa bedanya tahun 1950 dan 2050 dari segi fotografi?

Tapi jika pertanyaannya, apakah layak beli dengan harga segitu, jawabannya tidak sederhana.
Orang kebanyakan bakal jawab “mending full frame”. Namun karena saya bukan orang kebanyakan, maka jawaban saya adalah… layak… Jika untuk dikoleksi, sambil berspekulasi harganya bakal terus naik, walau suatu saat pasti ada batas atasnya.
PEN F hitam di foto atas, saya beli 11.5 juta. Harga NETT tanpa mark up marketplace, sebab saya tahu sellernya dan sudah saling percaya. Itu bukan sedikit duit. Kita beli kamera jadul tuh alasannya dua, untuk berhemat atau ada nilai koleksi. Nah PEN F ini karena ada nilai koleksi.
Namun jika alasannya berhemat atau bahkan mengefektifkan budget untuk nilai yang maksimal, maka PEN F jauh dari efisien. Lumix GX9 adalah kamera yang jauh lebih baik. Bahkan E-M5 II pun lebih bagus. Untuk diketahui, PEN F hitam yang baru saya beli 11.5 juta itu saat tulisan ini dibuat, sudah saya oper ke kawan saya Daniel. Dia ngebet ingin punya silver dan hitam sekaligus. Kami bikin perjanjian, saya akan beli, inspeksi kondisinya serta tes hunting. Bilamana saya merasa bosan, atau tidak bosan sekalipun, bakal langsung dia tampung dengan harga sama.


Jujur pakainya saya kurang nyaman, tidak ada grip, jari saya pegal semua. Tapi yang utama, saya selalu punya E-M5 II yang bisa saya jabarkan kelebihannya dibanding PEN F.
Megapixel : PEN F
Desain : PEN F (subyektif)
Weather resist : E-M5 II
Build quality : E-M5 II
Flange shutter : E-M5 II
IBIS : E-M5 II
Video : E-M5 II
Mic input : E-M5 II
Tutup baterai : E-M5 II
Lokasi SD card : E-M5 II
EVF : E-M5 II
Harga : E-M5 II
Seandainya harus ganti baterai CMOS atau apapun yang membutuhkan bongkar bodi, kulit PEN F kamu akan dilucuti bahkan mungkin mesti sekalian ganti, sebab PEN F tidak ada sekrup yang terekspos, semuanya tersembunyi di balik kulit. E-M5 II sih gampang saja.
Dan… harga E-M5 II cuma 30% paling mentok 40% dari PEN F. Jadi, untuk satu PEN F kamu bisa dapat tiga buah E-M5 II, yang mana adalah kamera yang lebih baik. Kemudian, untuk dapat melihat ada PEN F dengan kondisi mint di marketplace, entah harus menunggu tiap berapa bulan. E-M5 II sih mau kapan saja, ada.
Tapi karena yang beli PEN F mungkin sadar bahwa unitnya terbatas dan semakin mahal, mungkin dibeli bukan untuk dipakai. Ya terserah sajalah.

Kalau mau nonton video saya pas pakai PEN F hitam, silakan lihat di sini. Fun fact, saya tiap pajang foto unit PEN F di Thread, tanggapan pemirsa selalu ramai. Kalau E-M5 II sih pada cuek. Memang sehebat itulah karisma kamera ini.
Sebab sejujurnya saya pun tidak menyangka Olympus bisa digoreng. Juga menimang PEN baru bentuknya aduhay jelek, sudah pasti permintaan terharap PEN F akan selalu terjaga. Coba aja beli, mana tahu sepuluh tahun lagi harganya makin berlipat.

