Kamera Langka : Pentax MX-1

Seperti biasanya, aku hobi beli kamera pocket premium. Dari dulu ingin coba kamera ini, tapi jarang sekali yang punya apalagi jual. Maka Ketika aku dapati ada sebiji di Tokopedia, dengan harga yang mengiurkan serta kondisi mint, tak pakai lama langsung aku beli.

MX-1 ini diluncurkan di tahun yang sama dengan Ricoh GR (APSC). Pentax dan Ricoh itu satu perusahaan sekarang, Ricoh Pentax company namanya. Kesan pertama pegang kamera ini… bentuknya keren sekali, vintage. Saya suka sekali top platenya, brassing. Malah sampai dia ukir tulisan “brass” di atasnya, hahaha. Kurang lebih kayak Leica lah, kalau sudah mulai korosi, bakal berwarna kekuningan. Tapi saya punya belum ada korosi, dan tidak bakal sengaja saya amplas.

Sebagai info, kamera ini “Made in Indonesia”. Entah bagaimana caranya.

Ternyata sebelum beli, saya salah baca spesifikasi. Kirain ukuran sensornya 1”, tahunya 1/1.7”. Itu lumayan kecil, lebih kecil dari 1” pada Canon G7X atau RX100, dan jauh lebih mungil dibanding saudaranya, Ricoh GR. 12 megapixel, tapi efektif cuma 10 saja kalau mau rasio 3:2, 12mp itu kalau 4:3 kayak Olympus. Bisa zoom, 28-112mm, dan pada zoom terjauh, F hanya turun ke F/2.5. Terdengar sangat meyakinkan, dan saya mikirnya ini bakal mirip Ricoh GR tapi versi zoom.

Tidak juga sih, ini lebih besar daripada Ricoh GR, atau Fuji X70. Ini hampir segede Lumix GX85. Tapi bobotnya ringan. Grip sangat payah karena bagian depannya rata saja, kendati tekstur kulitnya sangat lengket enak.

Pertama dinyalakan, menunya… sangat jadul. Ricoh GR yang satu perusahaan dan lahir di tahun yang sama, gak gini-gini amat. Ini kayak tampilan Windows 94. Dan kalau bagimu menu GR itu sudah aneh dan membingungkan, ini lebih parah lagi. Menunya sedikit, tapi UXnya rada beribet. Tapi seperti GR, seting menu sekali saja, untuk sehari-hari kita bakal jarang masuk ke menu utama.

Tapi yang utama tentu bagaimana rasa memotret pakai kamera ini, terutama hasil fotonya. Tentu saya berharap dapat semacam “hidden gems” ketika mengakuisisi kamera ini.

Well, rasanya… tidak begitu enak haha. AF lambat. ISO performance parah, 800 sudah semut semua. Layarnya punya resolusi wajar, hampir sejuta dot. Tapi entah mengapa, selalu terlihat buruk dan miss focus. Mesti dizoom fotonya, baru terlihat tajam. Shutter delay pun lumayan. Mungkin teknologi di tahun itu ya begitu, saya tidak bilang jelek.  Pengoperasian agak ribet, lama sekali sampai terbiasa, selaku saya belum pernah pakai Pentax.

Satu-satunya yang asyik, warna bawaannya, vintage sekali. RAWnya DNG, mudah dan fleksibel. Tapi ya itu, noisenya parah. Agak bisa dimaklumi ketika sudah diubah jadi monokrom, walau tetap tidak noise artistik kayak di GR. Ini pasti karena sensornya kecil, tapi tidak melulu karena itu. Toh foto siang hari pun tetap noise. Ini lebih ke image processor dia. Barangkali hanya cocok kalau mau bikin foto dengan tone rada vintage. Kalau memang dahulu ini adalah kamera untuk street, wah, lambat sekali… saya saja pakai zone focus terus.

Ini kamera 2013 jadi ya teknologinya 2013. Dan rasanya kamera lain yang sejenis di tahun yang sama, kurang lebih begini juga, misalnya Lumix LX5 dan LX7. Tapi mereka jelas, ukurannya kecil, untuk travel pasti enak. Dengan ukuran dan menu seperti ini, pasti pada masanya kamera ini ditujukan untuk para enthusiast. Entah enthusiast macam apa tapinya yang beli ini, alih-alih beli X100S atau GR, yang jauh lebih besar sensornya dan terasa tenaganya. Harga saya yakin mirip-mirip.

Bagaimana pun, ya kamera ini memang tidak laku, makanya populasinya tidak banyak. Sebagai barang koleksi, okelah, apalagi dapat yang kondisi mint. Sebagai pajangan, keren. Untuk dipakai sih… bahkan sebagai kamera kedua, rasanya tidak usah, hasil dari iPhone kamu jauh lebih bagus. Danya jangan berharap semakin disimpan harganya semakin naik, karena memang tidak bagus haha. Di second hand marketplace, harganya sekitar 4.5-5jt, budget segitu bisa dapet GR II atau Fuji X70 pada segmen sejenis, yang jauh lebih superior dan berguna.

Tapi karena saya kolektor, ya tak apa lah. Kapan lagi punya kamera ini. Hehe.