Jangan Lakukan Hal Ini Ketika Motret di Acara Wibu!

Aaaah, tak terasa dalam beberapa bulan ini saya sudah puluhan kali datang ke acara cosplay wibu. Awalnya karena terpaksa, dan selanjutnya karena memang ingin. Berawal dari rasa frustrasi saya karena motret di jalanan semakin kering kayak di film-film zombie, juga karena rasa cinta saya pada game Genshin Impact, sekarang sih kalau ada info acara begituan, yang muncul hanya satu kata : GAS!

Sudah barang tentu niat saya adalah memotret, syukur-syukur dapet sosok wanita yang pakaiannya normal sehingga bisa saya buat seolah-olah portrait biasa. Demikian, karena saya ini murid loyal Andrew Tate, saya telah menyusun hal-hal yang sebaiknya dihindari, supaya kita dikenal sebagi Top G sigma male yang keren nan karismatik, kendati hanya di acara wibu…

1. Hindari Menyentuh Cosplayer

Walau sebetulnya banyak juga yang tidak masalah pose jari couple love love, tepuk ubun-ubun (saya tak tahu apa faedahnya), atau bahkan menyediakan “free hug” … namun alangkah baiknya agar kita tetap menghindari risiko-risiko yang tak diinginkan. Sudah banyak kasus viral wibu yang kelewat batas saat berfoto dengan cosplayer. Lagi pula di acara seperti ini ada kamera di mana-mana. Mana tahu ada fotografer burung yang pakai tele 300mm memotretmu lagi gelendotan sama cosplayer cewek, lantas beredar di sosial media. Malu sekali ‘kan…

2. Memaksa Buka Masker

Nanti kalau suatu hari, orang-orang sudah percaya diri untuk hidup bebas tanpa popok di wajahnya, poin ini bakal saya hapus. Sementara ini… yah… silakan baca di artikel sebelumnya.

Kendati aku ini adalah pendukung utama untuk kita kembali hidup tanpa benda itu, namun apa daya aku tak bisa memaksa, kalau modelnya gak mau ya sudah. Tapi kalau mau dicoba dulu ya boleh, gunakan kalimat-kalimat yang elegan, misalnya “padahal kamu cantik, sayang ‘kan kalau difotonya pakai masker…” seperti itu.

Dan nanti bakal dia jawab, “aku cantikan kalau pakai masker” … hahaha.

3. Tidak Memberikan Foto

Di acara seperti ini tuh, kita saling memberi dan menerima. Kalau model sudah mau difoto dengan sukarela, harap paham… kirimkanlah fotonya, seperti apapun hasilnya. Kirim ya, bukan upload. Saya walau tak pernah mengupload, fotonya tetap saya kirim, terserah mau mereka apakan. Hendaknya kita memberikan rasa gembira sebagaimana yang sudah mereka berikan pada kita. Kirim lewat apa? ya terserah, Google Drive, Instagram, bebas aja. Mereka itu paling seneng kalau ditanya Instagram, karena menambah follower he he…

*untuk diketahui, meminta nomor WhatsApp itu agak tabu, entah juga kenapa.

Tapi ya sudah, jangan dilakukan.

4. Menculik Lama dan Tidak Bayar

Ini biadab, memangnya kamu pikir kamu siapa? Tatsuo Suzuki? mau nyulik model dan gak bayar. Cosplayer itu aset bersama dan setiap wibu yang datang punya hak yang sama untuk beramah-tamah atau foto-foto dengan mereka. Menculik mereka ke pojokan apalagi dengan paksaan, sangat bertentangan dengan prinsip Top G. Kita harus memberikan rasa aman dan nyaman pada wanita. Sudah gitu gak mau bayar pula… ya memang tidak ada kewajiban ngasih angpao sih, tapi kalau ingin hak lebih dibanding orang lain, ya kewajibannya harus lebih pula dong. Hargai effort orang lain.

Nih saya dong, kalau nyulik, saya bilang dulu ke modelnya, ajak temen, lalu juga setiap seorang yang ikutin saya untuk motret akan saya mintain 50rb buat patungan. Jadilah untuk sekitar 30 menit foto-foto di luar keramaian, dengan mudahnya terkumpul 300rb lebih untuk sang model. Itu setara fee portrait tiga jam di dunia normal. Tapi ‘kan dia senang, kita juga senang. Rasa-rasanya tidak akan ada orang yang marah karena diberi hadiah sebagai bentuk apresiasi.

Kamu ingin diingat sebagai sosok kikir atau sosok dermawan?

5. Meminta Uang pada Cosplayer

Tak lain tak bukan, inilah yang paling biadab di antara segala wibu bau kaporit. Sudah banyak bukti nyata, seorang “fotografer” nyulik model (seperti poin sebelumnya), foto lama banget sampai gempor, dengan iming-iming nanti dikasih fotonya. Betul sih dikasih, tapi fotonya diberi watermark besar sekali di wajah sang model, kalau mau foto yang tanpa watermark maka tebus dengan sejumlah uang per foto.

Ini sangat goblog. Memangnya dia siapa? Daido Moriyama? bahkan Picasso pun tidak memberikan watermark pada karya-karyanya. Saya pun tidak melihat kamera Hasselblad atau Phase One digunakan untuk memotret, adanya 1100D dan lensa Yongnuo.

Walau dengan berat hati saya katakan bahwa hal itu sah, karena foto itu adalah milik fotografernya, namun jelas tindakan tersebut salah sasaran dan jauh dari kesan elegan. Kebanyakan cosplayer cewek adalah anak sekolahan atau mahasiswi, dandan susah payah karena kecintaannya pada anime, juga untuk dapat teman dan foto-foto portofolio… jarang yang untuk komersil. Ini kok malah kamu mintain uang… jadinya berakibat buruk bagi fotografer lain yang tidak punya niat greedy, disangka satu golongan.

Oleh sebab itu, saya cetak kartu nama khusus untuk di acara wibu.
Tercantum kalimat tegas bahwa tidak akan pernah meminta bayaran pada wanita.
Karena kami sigma male.

Demikianlah hal-hal yang sebaiknya kita pahami kalau ingin dikenal sebagai sosok yang keren nan karismatik, walau hanya di acara wibu. Jangan sampai, cosplayer merasa kapok dan kabur kalau lihat kamu lantaran punya reputasi buruk di event-event.