Quotes Street Fotografi Paling Saya Ingat

Bukan, bukan “jika fotomu kurang bagus maka kamu kurang dekat”, atau “jika kamu memotret orang dalam warna maka yang kamu foto adalah pakaiannya, namun dalam monokrom maka jiwanya”. Karena saya tidak setuju, maka tidak relevan buat saya haha. Foto yang bagus tetaplah bagus walau diambil dari jarak berapa pun atau dalam warna.

Kalimat paling efektif nan membekas selalu dalam pikiran saya, adalah ocehan Eric Kim. “Lebih baik minta maaf setelah menjepret daripada permisi sebelum menjepret.”

Dan itu selalu terbukti. Bagaimana juga, tujuan kita susah payah membidik lalu memencet tombol shutter adalah untuk mendapatkan foto. Percuma panjang lebar menjelaskan pada subjek, kita ingin memotretnya untuk street portrait bla bla bla, kalau akhirnya ditolak. Lebih baik jepret duluan, ngobrolnya belakangan, kalau perlu. Toh fotonya sudah didapat. Dalam proses minta maaf, senyum dan terima kasih itulah, jika subjek mau maka kita bisa mengulangi adegan menjepret dengan konsep portrait.

Saya sering jepret duluan tanpa permisi. Kalau fotonya bagus, ya sudah, tinggal ucap terima kasih pada subjek. Tapi kalau belum bagus, ya selagi subjek masih bertanya-tanya mengapa dia difoto, jelaskanlah. “Tadi kurang bagus, padahal kamu cantik sekali. Daripada yang ini yang saya upload, gimana kalau foto sekali lagi?”

Terima kasih saudara Kim, sudah memberi nasihat yang luar biasa bermanfaat.