Sebetulnya tidak ada alasan untuk sengaja memotret seperti ini karena lebih banyak gagalnya dan hasinya biasanya jelek. Namun kalau orangnya ada di balik kaca, misanya café atau bis kota, ya mau bagaimana lagi. Harus tahu caranya.
Pertama, ya pastikan ada subjek untuk dipotret. Kalau pakai model, lebih baik cari tempat lain, ngapain susah payah. Tapi kalau stranger, ya buatlah dia menengok ke luar. Misalnya, ketik di hp kamu “hei cantik, mau gak berpose melamun melihat ke luar jendela?” lantas tempelkan di kaca, orangnya pasti baca lalu senyum-senyum.
Kedua, yang harus diperhatikan adalah arah matahari. Jika matahari menyorot subjek di balik kaca, itu akan sangat bagus. Selain daripada subjek tajam dan jelas, begitu juga refleksi apapun yang ada di luar jendela. Foto ini tidak begitu, ya karena selamanya arah matahari tidak pernah menghadap bangunan ini. Pakai flash bolehlah, tapi atur paling kecil saja, karena kalau terlalu besar nanti di kaca ada lingkaran besar sekali dan subjeknya hilang ditelan cahaya.

Ketiga, jarak kamera dari permukaan kaca. Sama sekali tidak penting, yang penting adalah kamera harus fokus pada subjek. Kalau bisa fokus dari 30cm ya cobalah, kalau 50cm pun tak apa. Kalau memungkinkan ya coba dari beberapa jarak… untuk melihat hasil pantulan terbaik. Tapi.. sekali lagi, kalau tidak ada cahaya matahari menyinari kaca tersebut, ya pantulannya bakal minim macam foto ini.
Keempat, perhatikan pemandangan yang memantul di kaca. Gedung-gedung tentu tidak bisa dipindahkan, maka kita yang harus bergeser. Yang menyebalkan biasanya kalau ada mobil Sigra warna silver… sudah bentuknya jelek, pantulannya bisa lebih jelas daripada subjek.
Nah, susah ‘kan? Makanya kalau tidak terpaksa, ya ngapain. Namun susah bukan berarti tidak bisa. Selamat mencoba~

