Tips Fokus Instan di Jalanan

Tidak ada foto yang gagal kecuali foto yang tidak diambil. Auto fokus yang lambat bisa bikin kacau, sementara manual fokus tidak untuk semua orang. Saya menyesal pernah beli Nikon Coolpix A, saya kira bakal mirip Ricoh GR, mahalnya ‘kan sama. Eh… siang saja fokusnya solid satu detik, apalagi malam, akhirnya banyak momen yang gagal diabadikan.

Street fotografi adalah tentang momen, hitungan detik segalanya bisa berubah. Secanggih-canggihnya sebuah kamera, tetap saja auto fokus itu makan waktu, mulai dari menekan tombol shutter sampai kursor berubah hijau ‘kan tidak serta-merta, ada jarak, bergantung kameranya. Itu baru bicara kecepatannya, belum masuk ke tingkat akurasinya. Kadang ada saja meleset, malah fokus ke latar belakang. Sementara manual fokus, kalau tidak cakap, bisa puluhan detik.

Untuk itulah ada yang namanya “zone focus”. Artinya kita sudah mengeset jarak fokus tertentu, dan tinggal tekan tombol shutter, beres. Pada kamera GR disebut “snap”, pada kamera lain mungkin tidak pakai istilah khusus, tapi cara kerjanya sama saja. Saya selalu set 1M. Ini terdengar tidak meyakinkan, karena 1M = 100CM, bagaimana kalau subjeknya jalan ke arah kita dan kita menekan tombol saat dia jaraknya 90CM atau 110CM?

Maka dari itu, kombinasikan dengan bukaan lebar, misalnya F/8-11, dan.. bang, secara ajib dijamin fokus tajam keseluruhan, apalagi saat cahaya melimpah. ISO auto saja. Ada yang namanya hyper focal distance, kita bahas itu di lain hari.

Itu ‘kan kalau siang, masa iya malam pakai F/8? ya naikkan saja F sewajarnya, ‘kan memang seharusnya begitu. Yang jelas, siang hari saja membantu, apalagi kalau malam yang jelas minim cahaya dan auto fokus biasanya makin engap-engapan. Cobalah latih teknik fokus ini, sekali cocok, jadi malas lagi pakai auto fokus, saya jamin.