Ada beberapa cerita. Mulai dari yang ceria, hingga yang… tidak terlalu.
Ya ya ya, aku sendiri kok yang bilang tak akan pernah lagi ke event wibu, bahkan sampai kubuat tulisannya. Namun kadang ada saja hal yang bikin mau tidak mau mesti bersinggungan. Semisal, di lokasi street saya tiba-tiba ada event wibu. Enak saja saya yang harus menghindar. Atau ketika kenalan dengan cewek portrait di jalan, ternyata dia itu cosplayer. ‘Kan saya tidak tahu, kenalnya tak sengaja dan dia pun dalam wujud normal… semisal ketemu di Instagram dalam wujud cosplay, sudah pasti tidak akan saya akan portrait secara khusus.
Lagipula biasanya cosplayer itu balas chat seenaknya. Dia bisa pura-pura tidak baca chat, tapi aktif melihat story. Hingga ngaret parah atau tak menepati janji. Pokoknya seolah paling Jepang, tapi atitud orang Jepang sama sekali tidak ditiru. Yang dicontoh cuma hentai-hentai dan Sukatoro saja hahaha.
Baiklah, selamat membaca diary saya kali ini~

Rutin Portrait dengan “Grup Harajuku”
Well sebetulnya mereka tidak benar-benar menyebut diri mereka seperti itu sih, hanya saya yang bilang begitu haha. Awal pertama ketemu di Braga, saya kira mereka balik dari event cosplay, ternyata enggak. Memang begitulah setelannya. Keren sih, macam Visual Kei jaman baheula. Pas lihat foto-foto grupnya, ada beberapa yang saya kenal yakni Val, Keisha dan Akira (tentu pula pernah saya foto jauh sebelumnya).
Tapi yang sekarang rutin portrait dengan saya bukan mereka, melainkan cewek-cewek yang baru saya kenal. Yang paling saya suka, dua orang ini sih…

Itu yang rambutnya berwarna, namanya Nara. Keturunan Rusia, bisa bahasa Indonesia kok… Namun sekeras apapun aku berusaha, sulit sekali untuk bisa nyambung ngobrol lebih dari lima kalimat haha.
Namun tak mengapa, sebab saat jadi model foto, dia benar-benar bisa menjiwai karakter yang aku inginkan. Kendati kalau foto di tengah jalan banyak yang kepo, tapi ya malah bagus… saya ‘kan memang ingin ada kerumunan dan banyak wajah sebagai latar belakang foto.
Sebetulnya bagian ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan wibu sih, hahaha.

Saya kaget pas pertama portrait, itu cewek-cewek bawa rokok Djarum 76 haha. Bagus juga untuk properti foto, ngebul-ngebul misterius. Pokoknya kalau mau ajak mereka foto, jangan lupa siapkan rokok yang banyak… makin ngebul makin semangat!
By the way, disebabkan Tokopedia sudah tidak eksis, buat kamu yang mau beli strap kamera signature saya, bisa cek out di Shopee loh. Sampai sekarang masih saya pakai yang tiga tahun lalu, karena memang sekuat itu. Kamera saya masih Olympus E-P5 2013, jangan khawatir, saya ini sangat hebat jadi pakai kamera jadul pun tak apa.
Merapat dan Bikin Kelompok Radikal.
Ini kalau diceritakan dari awal banget bisa sepuluh halaman bahas satu cewek doang. Intinya, ada satu cewek yang bisa dibilang sebagai Tomie di real life. Sebut saja namanya Yuna. Memang benar, saya pernah berkencan dengan dia sekitar sebulan pada Juni-Juli 2023, tapi ya cuma jalan-jalan dan foto biasa. Singkat kisah saya tinggalkan dia karena bohong soal umur, ternyata saat itu baru 14 tahun bukan mahasiswi…!
Ternyata ada banyak hal yang saya tak tahu. Entah imajinasi dari mana, si Yuna ini ternyata suka jual nama saya untuk kisah-kisah bombastisnya. Yang paling ekstrim, dia kisahkan saya pernah menghadiahi iPhone untuk bisa tidur dengannya. Saya tahu hal-hal itu dari kawan saya Rey, dia jelaskan bahwa si Yuna bikin rumor-rumor tentang saya hingga sekarang. Cukup bikin heran sebetulnya, kami kenal cuma sebulan, apa saya sedemikian berkesan.

Agar ada klarifikasi, Reyhan mempertemukan saya dengan “korban” Yuna lainnya, sebut saja namanya Azis. Ya sudah, sejak itu kami berkawan. Azis memperkenalkan saya dengan yang namanya Malvin, seorang Yutuber yang suka bahas wibu. Bahkan saya sampai harus menemui seseorang yang konon adalah “penolong” para wibu untuk menceritakan kebenarannya. Tentu saya yang benar karena memang itu kenyataannya. Singkat kisah, Yuna dicekal dari event wibu.
Tapi nama “kangchem” sudah kadung dikenal oleh cewek-cewek wibu (mungkin). Tentu saya tidak punya kesempatan membela diri atau mencegah rumor berkembang, karena saya memang tak pernah datang ke event wibu!
Malvin bikin video yang bahas Yuna, bisa kamu tonton di sini. Kelakuan dia absurd, konon begini konon begitu, suka kirim video ini itu, ya pokoknya parah lah. Sampai hari ini mungkin Yuna masih berulah, susah juga mau mencegahnya. Tapi kalau suatu hari ketemu, bakal saya maki-maki haha.
Namun hikmah dari serentetan ulah Yuna, jadinya para korban saling kenal dan malah bikin geng haha. Dalam setiap nongkrong, ada kalanya kami luangkan waktu untuk menggibahi si real life Tomie.
Gebrakan Yngwie Malvin.
Orang bernama Malvin itu sangat pemberani, dia bahas kejadian-kejadian menyimpang seputar dunia wibu. Saya sangat mendukung. Siapa pun yang berani menantang bahaya demi menyampaikan kebenaran, maka kopi dan rokoknya adalah tanggung jawab saya!
Dua bulan lalu dia membuat investigasi, meminta kesaksian dari banyak korban, perihal tukang foto yang suka menyuruh modelnya (kadang bocah) untuk buka-bukaan. Kendati Malvin sendiri tidak menyensor nama orangnya (tonton di sini), tapi saya masih cukup sopan untuk pakai saja inisial… H. Videonya cukup menggelegar, dan tujuan akhirnya terpenuhi… saudara H menghapus akun sosmednya serta berjanji tidak akan datang lagi ke event wibu. Itu sudah cukup, jika dia masih begitu namun tidak ada sangkut-pautnya dengan cosplayer ya bukan urusan Malvin lagi.
Yang bikin geger, di akhir video Malvin berkelakar bahwa masih ada seorang lagi yang sedang dipantau… “inisialnya A…!” ujarnya.
Sudah, itu saja cuma sedetik bagian dari video dia bilang inisial. Secara delik apapun, itu hanya inisial… belum ada bahas kegiatan atau apapun kok. Saya sih tahu A itu siapa, dan tentu saya cukup cerdas untuk tidak menyebut nama. Namun saya cukup bikin panas juga sih dengan menyerempet-menyerempet. Lagipula sudah sejak lama saya geram dengan si A ini. Saya benar-benar tidak peduli jika dia motret buka-bukaan atau dijual atau apapun, namun dalam satu hal, dia memang layak saya tinju. Selain suka mencolong model saya untuk diajak foto beramai-ramai tanpa dikasih makan minum, dia juga sering black campaign nakut-nakutin model untuk jangan mau kalau diajak foto oleh saya atau kawan-kawan saya.
Ada pula salah satu penyokong si A yang saya gedek banget, sebut saja namanya Buluk. Bayangkan, kamu menemukan satu berlian mentah… kamu asah, jaga baik-baik sampai akhirnya jadi. Tiba-tiba dia curi. Bedebah itu tiba-tiba muncul saat saya dan satu cewek sebut saja Hu Tao, lagi portrait santai. Tanpa tahu malu, minta IG, terus mulai sering ngajak tanpa permisi. Tentu saja Hu Tao adalah manusia bebas, namun tindakannya tidak etis. Bukan cuma sekarang Hu Tao yang dulu pemalu jadi berani foto pakai sempak doang, juga koneksi saya padanya jadi terputus, entah dicuci otaknya atau gimana.
Malang bagi Malvin, hanya dengan modal sedetik ucapan inisial A, orang-orang yang jadi back up si A mulai meneror dirinya. Malvin viral. Jika mau dibawa ke ranah hukum, saya yakin Malvin yang menang… sebab dia hanya berkelakar inisial, sedangkan sekitar sepuluh orang bakingan si A semuanya menuduh Malvin lengkap dengan nama dan foto wajahnya yang menyebalkan. Bukan cuma Malvin, seorang cosplayer cewek sebut saja Angel, juga kena teror.
Akhirnya disepakatilah pertemuan, tiga lawan tiga. Nahas bagi Malvin, dua orang yang kirain ada di kubu dia ternyata membelot. Untung ada Azis yang stand by di luar cafe. Kubu seberang malahan bawa pemain cadangan lebih banyak lagi, ya walau jika soal berkelahi saya berani megang Azis. Tapi tidak sampai ada baku hantam, hanya perdamaian semu.
Cukup dipertanyakan, mengapa hanya sedetik video bisa bikin satu kelompok kebakaran jenggot?
Kok saya bisa tahu banyak sih? haha. Well, walau tidak secara terang-terangan muncul, tapi jika ada yang tanya, ya bakal saya jawab, saya mengamati dan mendukung. Namun sekarang sih sudah makin jelas dukungan saya, karena saya sudah beberapa kali hadir ke acara wibu bersama kelompok Malvin. Suatu ketika saya bikin story lagi di event Botanica Mall, langsung dipenuhi pengintai dari kubu seberang.

Kaget kali mereka, saya telah kembali. Dan bukan hanya kembali, tapi bergabung dengan Malvin grup. Asalkan visi misinya melindungi wanita, saya pasti ikut. Saya tidak akan cari masalah, tapi jika ada yang coba cari masalah dengan saya… lihat sendiri konsekuensinya.
Fun fact : Yuna sangat akrab dengan kubu seberang.
Predator Telah Kembali.
Ngomong-ngomong event di Mall Botanica… ya, saya hadir bersama grup Malvin plus juga Vertday yang tadinya berseberangan, tapi kami bersepakat membangun koalisi. Tujuan awalnya adalah mencari orang yang masih saja mencemarkan nama baik (kalau ada) si Malvin. Duh mereka ini… padahal sudah saya brief, kalau di event panggil saya “Yozo Oba” jangan “Kangchem”… tetap saja manggil nama asli. Hahaha.

Namun perhatian saya teralih. Ada satu orang di event, pakai hoodie serba gelap, menyendiri mengintai dari pojokan. Sebut saja nama dia… Gorou. Tiga tahun lalu, dia bagian dari circle saya…
Jadi dahulu kalau ke event wibu, saya ada circle… namun karena suatu peristiwa, saya tak mau lagi ke event wibu. Sebagian kawan saya malahan merapat ke A, bahkan ikut hadir saat pertemuan vs Malvin haha. Nah si Gorou ini, tidak lagi diterima di mana-mana. Karena dia sudah melecehkan satu gadis yang mengidap skizofernia. Diajarkan colmek segala macam. Bahkan ibu dari si cewek sampai chat saya, bertanya di mana alamat rumah Gorou.
(Baca kisahnya di sini dan ini)
Saya tak tahu bagaimana nasib si cewek, apakah makin skizo setelah peristiwa itu, atau bagaimana… tapi semoga dia baik-baik saja. Saya pun sudah tak sudi berteman dengan predator yang mengincar cewek-cewek yang kurang sehat.

Dan setelah tiga tahun, si Gorou muncul lagi. Atau mungkin selama ini memang sering muncul, toh saya tidak ada di event hampir tiga tahun. Menyendiri, tanpa teman, tanpa kamera… seolah hanya mencari cewek-cewek yang kelihatannya broken home, untuk dirayu dan dicabuli.
Langsung saya kabari Malvin, dia langsung kasih tahu panitia untuk pasang mata. Entah karena merasa diawasi, atau dia keburu lihat saya… baru juga jam lima sore, sudah kabur dia. Ini adalah preseden buruk… tukang foto yang suka nyulik cosplayer untuk difoto di pojokan selama lima jam memang bangsat, tapi maniak yang datang ke event untuk menjerumuskan gadis-gadis broken home ke jurang kesesatan jauh lebih berbahaya. Dan ini baru satu orang… bagaimana dengan yang belum ketahuan…? mereka punya banyak siasat, tinggal pilih cewek tak berpening yang melamun sendirian, sikat deh.
Yah… begitulah. Sekeras apapun aku berusaha, tetap saja bersenggolan lagi dengan dunia wibu. Sekarang malah bukannya dihindari, malah sengaja didatangi lagi. Entahlah… ikuti saja kata hatimu.


