
Motret Pakai “Digicam” – Part 3
Akhirnya kemarin aku “mengorbankan” satu hari hunting dengan hanya pakai digicam. Untuk street dan portrait, hingga aku bisa menyimpulkan sesuatu.

Akhirnya kemarin aku “mengorbankan” satu hari hunting dengan hanya pakai digicam. Untuk street dan portrait, hingga aku bisa menyimpulkan sesuatu.

Belakangan kameranya aku bawa ke mana-mana. Ya karena kecil juga, jadi kenapa tidak. Namun terlepas dari itu, rasanya memang aku

Aku beli nih. Ya murah juga sih jadi kenapa enggak. Sudah pasti ini hanya untuk mainan, tapi apakah cukup menyenangkan…?

Belakangan, kamera seperti itu populer lagi ya. Kamera digital pocket yang kecil-kecil itu. Saya tidak suka menyebutnyan “camdig” alias camera

Karena satu dan lain hal, aku tidak pernah punya kamera ini. Tapi ya akhirnya beli juga…

Sekitar empat bulan lalu, aku beli kamera jadul. Kondisinya memang baru, tapi tetap saja sudah berusia sepuluh tahun. Tidak bisa

Dalam rangka kampanye motret hemat dan efektif, akan saya komparasi antara kamera murah dan kamera mahal dalam situasi yang nyata,

Sampai hari ini saya rasa adalah “kamera street” terbaik yang eksis. Serius, memang sebagus itu. Namun sayang, ada satu masalah…

Aku beli lagi kamera ini. Bukan karena sangat ingin, melainkan perlu. Juga disebabkan karena pilihan lainnya sudah tidak masuk akal

Padahal saya lagi senang-senangnya pakai kamera ini, bahkan aku baru beli lensa supaya motret makin lengkap. Eh tiba-tiba saja tanpa